Polisi Karanganyar Ingatkan Beberapa Ortu Pakaikan Anak Helm

Kamis, 16 Maret 2017 | Otomotif
Polisi Karanganyar Ingatkan Beberapa Ortu Pakaikan Anak Helm - Karanganyar - Kesadaran keselamatan berlalu lintas sedang menjadi perhatian insan sepuh diminta terbiasa memakaikan helm kepada anak-anak disaat berkendara dgn sepeda motor.

Kasubbag pengendalian pemotongan (Dalops) Polres Karanganyar AKP Suwarsi menyatakan manusia lanjut umur sering kali tak peduli bakal keselamatan anaknya.

"Orang lanjut usia janganlah egois, mereka berikhtiar menyingkirkan diri gunakan helm. Sementara anaknya digunakan juga sebagai bumper, bersila di depan, tak gunakan helm, kena bubuk kena panas. Itu yang tidak dipikir oleh orang lanjut umur kata Suwarsi di sela-sela laksanakan pemotongan simpatik Candi 2017 di Jl Lawu, Karanganyar, Jumat (10/3/2017).

Dalam pembelahan simpatik kali ini, polisi memberikan helm gratis terhadap beberapa sopir sepeda. beberapa anak yg ikut jalma tuanya berkendara, tambah diberikan helm secara cuma-cuma.

"Semua mesti pakai helm, tidak selain anak-anak," ujarnya.

Penggunaan helm semula tak bisa berasal pakai Penggunanya mesti menentukan helm tercantum dgn untai pengaman.

"Masyarakat biasanya teledor kalau helm hingga vokal klik itu mutlak bila contohnya terpelanting, rata-rata helm mengayun serupa aja tidak pakai helm," sebut Suwarsi.

Baca pun : Daftar harga Helm INK terupdate

Selain memberikan helm, polisi juga mempersembahkan pemberian dan leaflet buat sopir yang mogok kala lampu merah.

"Ini merupakan gerakan kreatif pada rangka pemotongan simpatik tujuannya menggugah warga agar persahabatan ana menggandeng warga makin kaidah berlalu lintas. disaat sudah tertib bakal meminimalisir terjadinya kesusahan dulu lintas," imbuhnya.

Kasatlantas Polres Karanganyar, AKP Ahdi Rizaliansyah, mengatakan tak akan meninggalkan sanksi tilang selagi pembelahan simpatik Candi 2017.
Namun polisi bakal mengatakan aksi persuasif. pembedahan tersebut dapat digelar sampai 21 Maret 2017.

"Kita dituntut wahid hari menghasilkan wahid bikinan dan harus inovatif. Ini memang anjuran dari Kakorlantas," ujarnya.